.img6 { border-radius: 30px 0 30px 0; -moz-border-radius: 30px 0 30px 0; -webkit-border-radius: 30px 0 30px 0; -o-border-radius: 30px 0 30px 0; transition: all 0.5s; -moz-transition: all 0.5s; -webkit-transition: all 0.5s; -o-transition: all 0.5s; } .img6:hover { box-shadow: 1px 1px 10px 3px rgba(0,0,0,0.5); border-radius:0; -moz-border-radius:0; -webkit-border-radius:0; -o-border-radius:0; }
WELCOME & ENJOY! :)

Rabu, 20 Maret 2013

tugas astronomi - tata koordinat benda langit

hai mau posting lagi. niatnya sih ini buka laptop mau ngerjain tugas, tapi entah kenapa karna terlalu enek sama semua tugas2 akhirnya gue beralih ke blog:] jadi gue dikasih tugas sama guru astronomi buat nyari tentang TATA KOORDINAT BENDA LANGIT beserta KD-KD nya dan indikator2nya yang panjang-panjang banget. dari soalnya aja udah keliatan kan serumit apa itu tugas, belom lagi apa yang udah kita print disuruh disalin dikertas folio pake tulisan tangan. oh my...this homework is killing me slowly yaa:'''] mau tau gak kaya apa wujudnya tuh tugas? gue copas disini ya, sekalian bagi-bagi ilmu ke kalian-kalian semua;;)



ASTRONOMI

SK 1: Mengenal tata koordinat  benda atau bola langit
Untuk menyatakan letak suatu benda langit diperlukan suatu tata koordinat yang dapat menyatakan secara pasti kedudukan benda langit tersebut. Tata koordinat tersebut terdiri dari tata koordinat horison, tata koordinat ekuator, tata koordinat ekliptika dan tata koordinat galaktik. Namun dalam pembahasan kali ini akan diperkenalkan tata koordinat horison dan tata koordinat ekuator, karena tata koordinat inilah yang paling sering digunakan dalam astronomi. Tiap-tiap tata koordinat tentunya memiliki cara penggunaan sistem yang berbeda serta terdapatnya berbagai macam keuntungan dan kelemahan dalam penggunaan sistem tersebut. Dengan demikian penggunaan suatu sistem koordinat bergantung pada hasil yang kita inginkan, apakah hasil yang didapat ingin digunakan untuk waktu sesaat atau untuk waktu yang lama dan dapat dipakai secara universal.

KD 1: Tata koordinat horison
Dalam tata koordinat Horison ada dua titik utama yang menjadi dua buah kutub yaitu Zenith dan Nadir. Titik Zenith adalah suatu titik khayal pada Bola Langit dan tepat berada vertikal diatas kepala pengamat. Titk Nadir sebaliknya merupakan titik yang berada  pada Bola Langit tepat dibawah kaki pengamat. Lingkaran lintang terbesar disebut dengan lingkaran horizon yang merupakan perpotongan antara perluasan bidang datar tempat pengamat berdiri (sering disebut bidang horizon) dengan bola langit. Di daerah pegunungan memang agak sulit membanyangkan lingkaran Horizon ini, akan tetapi jika kita berdiri tepat di tepi pantai maka perpotongan antara kaki langit dengan permukaan laut dapatdipandang sebagai lingkaran Horizon.
UTSB : Bidang horison
UZS : Meridian langit
BZT : Ekuator langit
Disetiap tempat di permukaan Bumi mempunyai lingkaran meridian yang berbeda-beda tergantung bujur tempat itu (yang berbujur sama mempunyai lingkaran meridian yang sama)
Pada dasarnya garis Utara-Selatan adalah perpanjangan sumbu Bumi yang melalui kutub Utara dan kutub Selatan. Titik Utara di Kutub Utara sering disebut Titik Utara Sejati (True North), dan sebaliknya Titik Selatan Sejati (True South), yang mana letaknya berbeda dengan Kutub Utara Magnetik dan Kutub Selatan Magnetik. Apabila dilihat dari zenith maka dengan putaran searah jarum jam akan mendapatkan arah Utara, Timur, Selatan dan Barat dengan besar perbedaan sudutnya sebesar 90o.
Dengan mengenal istilah tersebut akan memudahkan kita dalam memahami tata koordinat horison dengan ordinatnya yaitu, Azimuth dan Tinggi (A,h).
Tinggi benda langit dapat digambarkan pada bola langit dengan membuat lingkaran besar yang melalui zenith, benda langit itu dan tegak lurus pada horison (lingkaran vertikal), diukur dari horison dengan nilainya 0o-90o.

KD 2:  Tata Koordinat Ekuator
Tata koordinat ini merupakan salah satu tata koordinat yang sering digunakan dalam astronomi. Sistem koordinat ini dapat menyatakan letak benda langit dalam skala waktu relatif panjang. Sekalipun perubahan unsur-unsur koordinatnya relatif kecil terhadap waktu.
Dalam setiap pembahasan sistem koordinat benda langit, setiap benda langit selalu dipandang terproyeksi pada suatu bidang bola khayal yang digambarkan sebagai bola langit. Bola yang memuat bidang khayal tersebut disebut bola langit. Ukuran bola Bumi diabaikan terhadap bola langit sehingga setiap pengamat di muka Bumi dianggap berada di pusat bola langit.
Seperti halnya pada pembahasan mengenai bola pada umumnya, setiap lingkaran pada bola langit yang berpusat di pusat bola dan membagi bola menjadi dua bagian yang sama besar disebut lingkaran besar, sedangkan lingkaran lainnya disebut lingkaran kecil.
Di bawah ini diberikan deskripsi istilah-istilah yang dipakai pada bola langit:
Titik kardinal: empat titik utama arah kompas pada lingkaran horison, yaitu Utara, Timur, Selatan dan Barat.
Lingkaran kutub, lingkaran jam atau bujur langit: lingkaran besar melalui kutub-kutub langit.
Lingkaran ekliptika: lingkaran tempat kedudukan gerak semu tahunan Matahari. Perpotongan bidang orbit Bumi (ekliptika) dengan bola langit.
Kutub-kutub langit: titik-titik pada bola langit tempat bola langit berotasi. Perpotongan bola langit dengan sumbu Bumi. Kutub langit di belahan langit Selatan disebut Kutub Langit Selatan (KLS) dan di belahan langit Utara disebut Kutub Langit Utara (KLU).
Pada sistem koordinat ekuator, koordinat yang digunakan adalah koordinat Aksensiorekta (α) dan Deklinasi (d). Aksensiorekta adalah panjang busur yang dihitung dari titik Aries atau disebut juga dengan titik gamma (g) pada lingkaran ekuator langit sampai ke titik kaki dengan arah penelusuran ke arah timur, dengan rentang antara 0 s.d. 24 jam atau 00s.d. 3600. Sedangkan deklinasi adalah panjang busur dari titik kaki pada lingkaran ekuator langit ke arah kutub langit sampai ke letak benda pada bola langit. Deklinasi bernilai positif jika ke arah KLU dan bernilai negatif jika ke arah KLS, dengan rentang antara 00 s.d. 900 atau 00 s.d. -900.
Dalam penggunaan sistem koordinat ekuator, terdapat hubungan antara waktu matahari dengan waktu bintang (waktu sideris). Dimana Waktu Menengah Matahari (WMM) = sudut jam Matahari + 12 jam. Hubungan ini tentunya berkaitan juga dengan tanggal-tanggal istimewa titik Aries terhadap Matahari. Tanggal-tanggal istimewa tersebut adalah :
1.                  Sekitar tanggal 21 Maret (TMS), Matahari berimpit dengan Titik Aries. Jam 0 WMM = jam 12 waktu bintang.
2.                  Sekitar tanggal 22 Juni (TMP), saat Matahari di kulminasi bawah, titik Aries berhimpit dengan titik Timur. Jam 0 WMM = jam 18 waktu bintang.
3.                  Sekitar tanggal 23 September (TMG), saat Matahari di kulminasi bawah, titik Aries berada di titik kulminasi atas. Jam 0 WMM = jam 0 waktu bintang.
4.                  Sekitar tanggal 22 Desember (TMD), saat Matahari di kulminasi bawah, titik Aries berhimpit dengan titik Barat. Jam 0 WMM = jam 06 waktu bintang.

Indikator 1: Mengenal sistem Koordinat Geografis dalam bola bumi (lintang dan bujur sebuah tempat)
Sistem koordinat Geografis digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Bila kita melihat sebuah bola Bumi atau Globe, biasanya kita akan melihat garis garis yang melintang
dan membujur. Padahal garis-garis ini pada kenyatannya tidak ada di permukaan Bumi. Garis-garis ini memang garis-garis khayal yang sengaja dibuat untuk mempermudahkita dalam melihat posisi dari suatu lokasi di permukaan Bumi. Suatu garis membujur yang membentuk setengah lingkaran dari kutub utara melalui kota Greenwich diInggris di hingga ke kutub Selatan merupakan bujur acuan 00. Dari garis ini kearah timur adalah bujur timur dan kearah barat adalah bujur Barat. Garis ini pula yang menjadi acuan waktu universal yang didunia disebut dengan GMT (Greewich Meam Time) dan dalam Astronomi sering disebut dengan UT(Universal Time).Garis-garis bujur lain, yang membentuk setengah lingkaran dari kutub utara hingga kutub Selatan,merupakan tempat kedudukan titik-titik yang bujurnya sama. Titik yang bujurnya sama, memilikiwaktu lokal yang sama pula. Lingkaran lingkaran yang tegak lurus terhadap garis-garis bujur disebut garis atau lingkaran lintang.Lingkaran-lingkaran lintang ini merupakan tempat kedudukan
titik yang mempunyai lintang yang sama. Tempat-tempat yang lingtangnya sama memiliki panjang siang dan malam yang sama. Koordinat atau letak suatu tempat di permukaan Bumi biasanya dinyatakan didalam bujur dan lintang Geografis,contohnya koordinat Kota Ambon 12809' BT 30 42' LS.Titik di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara atau LU, sedangkan di selatan katulistiwadinamakan Lintang Selatan atau LS. Kemudian untuk garis bujur ialah, titik yang berada disebah barat bujur 00 dinamakan Bujur Barat atau BB dan disebelah timur bujur 00 dinamakan Bujur Timur atau BT.Dalam Bahasa Inggris garis Lintang disebut dengan Latitude atau disingkat dengan Lat sedangkan garis bujur disebut dengan Longitude atau disingkat dengan Lon

Indikator 2: Dapat menjelaskan secara kualitatif sistem koordinat horizontal (misalnya devinisi, horizon, tinggi, azimuth, titik utara, timur, selatan, dan barat, titik terbit dan terbenam, dll)

Disebut tata koordinat horizon karena menggunakan horizon sebagai dasar untuk menentukan kedudukan benda angkasa. Tata koordinat horizon hanya dapat menyatakan posisi nenda langit pada satu saat tertentu, untuk saat yang berbeda tata korrdinat ini tidak dapat memberikan hubungan yang mudah dengan posisi benda langit sebelumnya. Horizon adalah garis yang membagi arah pandang yang memotong permukaan bumi dan yang tidak memotong permukaan bumi
Lingkaran primer dalam system koordinat horizontal adalah lingkaran horizon. Lingkaran horizon merupakan hasil perpotongan bidang horizon dengan bola langit.
Dalam system koordinat horizontal posisi benda langit digambarkan dalam azimuth dan altitude (ketinggian)
Azimuth adalah sudut yang dimulai dari arah utara atau selatan. Magnet bergerak searah jarum jam sampai diarah yang dimaksud . sering disebut juga sudut kompas perhitungan searah jarum jam
Altitude adalah ketinggian/jarak (dalam derajat) suatu posisi di langit terhadap garis horizon. Dalam system koordinat horizontal inggi kutub utara dan kutub selatan dilangit berubah terhadap posisi pengamat. Begitu pula tinggi dan Azimuth sebuah benda langit bergantung pada posisi pengamat di permukaan bola bumi
Titik utara, timur, selatan barat disebut sebagai titik istimewa atau titik cardinal untuk mengetahui arah timur dan barat dapat dilihat arah matahari terbit dan terbenam. Meskipun tidak menghetahui titik timur dan barat dengan kecepatan yang tinggi, lihatlah titik terbit dan terbenam tanggal sekitar 21 Maret atau September.

ngerti gak sih? susah banget kan ya. haha bukan SMA ya namanya kalo gadikasih tugas yang susah-susah gini, gakebayang pas kuliah nanti tugasnya sesusah apa-_-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar